Terkadang..
Hati ini sulit untuk menerima kepergiannya..
Terkadang..
Apa yang kita pahami, namun tidak untuknya..
dan Terkadang..
Perasaan takut yang membuat kita ragu akan CINTA TULUSNYA..
Aku mencintaimu bukan hanya untuk hari ini..
Tapi juga untuk hari esok, lusa, dan seterusnya.. :')
Minggu, 28 Oktober 2012
Embun di Antara Tumpukan Kertas
Sebuah tanya kehidupan untukmu..
Kau memiliki berjuta misteri..
Entahlah sampai kapan aku..
akan menemukan sebuah embun
di antara tumpukan kertas..
Sungguh mustahil memang..
Namun tekad ini sangat kuat..
Apakah embun itu abstrak?
Abstrak seperti perasaanmu..
Ku terus mencarinya..
Andai embun itu dapat ku genggam..
seperti genggaman sang rembulan..
Aku kan berhenti mencarinya..
Kau memiliki berjuta misteri..
Entahlah sampai kapan aku..
akan menemukan sebuah embun
di antara tumpukan kertas..
Sungguh mustahil memang..
Namun tekad ini sangat kuat..
Apakah embun itu abstrak?
Abstrak seperti perasaanmu..
Ku terus mencarinya..
Andai embun itu dapat ku genggam..
seperti genggaman sang rembulan..
Aku kan berhenti mencarinya..
Aku Ingin Melihat Senyumnya (lagi) =''
Tuhan, perasaan apa ini?
Mengapa kau memberiku perasaan seperti ini?
Semakin ia jauh, semakin dalam saja hatiku menyayanginya..
Aku memang tidak mengharapkannya..
Namun aku menginginkannya..
Aku terlalu pengecut, aku pecundang besar!
Aku ingin melihatnya tersenyum, tanpa ia tau keberadaanku..
Aku senang saat dia tertawa bahagia..
Pernah diam-diam aku memerhatikannya..
Ada rasa damai tersendiri memang buatku..
Setelah semuanya berlalu dan berakhir,
senyuman itu jarang nampak..
Canda tawa itu semakin hari semakin pudar..
Padahal itu yang ku rindukan dari dia..
Tuhan, berikanlah satu kesempatan untukku..
Agar aku dapat melihat senyumnya (lagi).. :')
Tanpa dia tau kehadiranku..
Mengapa kau memberiku perasaan seperti ini?
Semakin ia jauh, semakin dalam saja hatiku menyayanginya..
Aku memang tidak mengharapkannya..
Namun aku menginginkannya..
Aku terlalu pengecut, aku pecundang besar!
Aku ingin melihatnya tersenyum, tanpa ia tau keberadaanku..
Aku senang saat dia tertawa bahagia..
Pernah diam-diam aku memerhatikannya..
Ada rasa damai tersendiri memang buatku..
Setelah semuanya berlalu dan berakhir,
senyuman itu jarang nampak..
Canda tawa itu semakin hari semakin pudar..
Padahal itu yang ku rindukan dari dia..
Tuhan, berikanlah satu kesempatan untukku..
Agar aku dapat melihat senyumnya (lagi).. :')
Tanpa dia tau kehadiranku..
Jumat, 12 Oktober 2012
HAMPA
Letih..
Itulah yang sering ku alami..
Entahlah mengapa bisa?
Aku saat ini, bukanlah aku dahulu...
Aku sadar aku telah B E R U B A H..
Ya berubah menjadi diri yang tak taulah aseperti apa saat ini?
Begitu sering aku mengeluh..
Begitu sering aku menyalahkan diriku sendiri..
Aku ingin aku yang dulu..
Allah, bagaimana agar aku bisa kembali seperti dulu?
Apa yang aku lakukan?
Sering kali aku mengecewakan orang tuaku..
Membuat orang tuaku lelah karna aku..
Pulang pergi hanya untuk menengokku..
Tapi apa hasil semua ini?
Aku seperti ini..
Ya Allah, ini adalah curahan seorang P E C U N D A N G..
LEKASLAH BERLALU WAHAI SANG MASA..
TERLALU LETIH MELEWATIMU..
Itulah yang sering ku alami..
Entahlah mengapa bisa?
Aku saat ini, bukanlah aku dahulu...
Aku sadar aku telah B E R U B A H..
Ya berubah menjadi diri yang tak taulah aseperti apa saat ini?
Begitu sering aku mengeluh..
Begitu sering aku menyalahkan diriku sendiri..
Aku ingin aku yang dulu..
Allah, bagaimana agar aku bisa kembali seperti dulu?
Apa yang aku lakukan?
Sering kali aku mengecewakan orang tuaku..
Membuat orang tuaku lelah karna aku..
Pulang pergi hanya untuk menengokku..
Tapi apa hasil semua ini?
Aku seperti ini..
Ya Allah, ini adalah curahan seorang P E C U N D A N G..
LEKASLAH BERLALU WAHAI SANG MASA..
TERLALU LETIH MELEWATIMU..

