BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 17 Desember 2012

Kini...

Mencoba ikhlas di atas kesendirianku kini. Terjerat akan rindu yang mendalam. Yang tak pernah bertuan. Sejak kau tak lagi di sisi ini. Pedih yang aku rasakan. Melihat kau tersenyum bukan untuk aku. Namun, aku harus mengikhlaskan itu semua. Entahlah bagaimana rasanya? Jika aku mengingat ingat itu, seakan ribuan busur panah menancap hebat di hati ini. Mungkin ini salahku. Mungkin ini karma. Yang sering tidak peduli terhadapmu dahulu. Aku tidak membalas kata cinta darimu bukan aku tak lagi mencintaimu, justru diam-diam rasa itu semakin melekat di hatiku. Aku tidak bisa mengungkapkannya lewat kata-kata. Maaf, aku terlalu takut. Aku hanya bisa mengungkapkan itu lewat perhatianku terhadapmu. Aku selalu menangis saat kau tak menghiraukan perhatianku. Aku mencoba bersabar, dan berdoa pada Allah agar diberikan yang terbaik. Aku ingin mencintaimu dengan sewajarnya, dengan izin Allah. Aku mohon jangan kau teteskan air matamu lagi untuk menangisiku. Aku tak pantas untuk ditangisi. Ingin aku pergi ke tempat di mana tidak ada seorangpun di sana. Hanya ada Allah dan aku. Agar aku dapat menahan rasa sakit karna merindukanmu.


0 komentar:

Posting Komentar