Hatiku memang sudah terkubur hidup-hidup, dan mati
Melewati hari yang terus menertawaiku tanpa ada yang mengasihi
Aku percaya, pada keajaiban sebuah waktu
Bahwa, akan ada yang menggali tanah di mana hati ini terkubur
Untuk diambil, kemudian dirawat hingga pulih kembali
Kala hujan membasahi tanah di padang tandus
Aku sedang menatap pada seberkas sinar melalui sebuah lubang
Mungkinkah itu sosok yang akan menggali jasad hatiku?
Probolinggo, Indonesia
Jumat, 29 Maret 2013
Kamis, 28 Maret 2013
Daun dan Bulu
Daun di ranting itu tak selamanya hijau
Ia juga bisa menguning
dan juga harus gugur pada akhirnya
Bulu yang melekat di tubuhpun juga memiliki masa
Masa dimana ia harus gugur dan menghilang
mungkin saat ini aku seperti daun dan bulu
yang pada akhirnya akan menghilang juga
pada diri ini masih melekat dengan cinta yang dulu
harus menunggu berapa musim lagi aku begini?
kenapa luka di hati masih basah?
aku sudah jatuh, sama seperti daun dan bulu
tapi, kapan aku akan menghilang?
Probolinggo, Indonesia
Ia juga bisa menguning
dan juga harus gugur pada akhirnya
Bulu yang melekat di tubuhpun juga memiliki masa
Masa dimana ia harus gugur dan menghilang
mungkin saat ini aku seperti daun dan bulu
yang pada akhirnya akan menghilang juga
pada diri ini masih melekat dengan cinta yang dulu
harus menunggu berapa musim lagi aku begini?
kenapa luka di hati masih basah?
aku sudah jatuh, sama seperti daun dan bulu
tapi, kapan aku akan menghilang?
Probolinggo, Indonesia
Selasa, 26 Maret 2013
Hei! Ini Gak Bohong! Aku Sayang Kamu! :)
Meski kau sudah menghilang namun bayangmu tetap bersamaku.
Ya aku tau kalau kau sudah tidak memikirkanku lagi. (mungkin saja)
Aku pernah bercerita kepada sahabat.
Sampai detik ini aku tidak bisa mencintai seseorang.
Awalnya aku tak punya jawaban akan hal itu.
Namun, setelah aku tanya kembali pada hati kecilku.
Kau tau apa?
Aku masih menyayangimu
Perasaan ini tak bisa aku acuhkan.
Sudah aku coba berulang kali.
Hasilnya sama saja.
Ia tak kunjung menyingkir.
Aku memang belum percaya dengan keajaiban sebuah hati.
Kalau kau juga punya perasaan yang sama.
Namun yang pasti, hati ini terlalu kuat untuk bilang kau juga sepertiku.
Kau memang acuh, acuhmu untuk kebaikan kita.
Aku mulai mengerti sekarang.
Aku tak berharap apa-apa darimu.
Karena aku tau, jika hasilnya nol, itu akan sangat menyakitkan.
Aku hanya bisa memanjatkan semuanya pada Illahi.
Biarkan aku menyayangimu di sini, di kesunyian ini.
Probolinggo, Indonesia
Ya aku tau kalau kau sudah tidak memikirkanku lagi. (mungkin saja)
Aku pernah bercerita kepada sahabat.
Sampai detik ini aku tidak bisa mencintai seseorang.
Awalnya aku tak punya jawaban akan hal itu.
Namun, setelah aku tanya kembali pada hati kecilku.
Kau tau apa?
Aku masih menyayangimu
Perasaan ini tak bisa aku acuhkan.
Sudah aku coba berulang kali.
Hasilnya sama saja.
Ia tak kunjung menyingkir.
Aku memang belum percaya dengan keajaiban sebuah hati.
Kalau kau juga punya perasaan yang sama.
Namun yang pasti, hati ini terlalu kuat untuk bilang kau juga sepertiku.
Kau memang acuh, acuhmu untuk kebaikan kita.
Aku mulai mengerti sekarang.
Aku tak berharap apa-apa darimu.
Karena aku tau, jika hasilnya nol, itu akan sangat menyakitkan.
Aku hanya bisa memanjatkan semuanya pada Illahi.
Biarkan aku menyayangimu di sini, di kesunyian ini.
Probolinggo, Indonesia
Kamis, 07 Maret 2013
Sebuah Kebimbangan
Andai hati dapat berbicara,
mungkin tak kan pernah ada lagi keresahan
Andai air mata dapat bersaksi,
mungkin tak akan ada lagi kerobekan hati
Mungkin, mungkin, dan hanya mungkin
Apakah ada harapan untuk sang putri?
Haruskah sampai menunggu mega menghitam?
dan menumpahkan airnya?
Jatuh menuju lintasan air
mengalir dengan keruhnya
bak Columbus yang mencari pulau India
Namun salah karna perasaannya...
mungkin tak kan pernah ada lagi keresahan
Andai air mata dapat bersaksi,
mungkin tak akan ada lagi kerobekan hati
Mungkin, mungkin, dan hanya mungkin
Apakah ada harapan untuk sang putri?
Haruskah sampai menunggu mega menghitam?
dan menumpahkan airnya?
Jatuh menuju lintasan air
mengalir dengan keruhnya
bak Columbus yang mencari pulau India
Namun salah karna perasaannya...
Kosong
Kelam bercampur dengan gundah. Air hujan menjadikan semua basah. Senjaku kini berlumuruan lumpur! Kotor! Kacau! Berantakan! Semua menjadi satu. Tak kulihat segurat senyum pelangi di langit. Hanya segumpal awan abu menghiasi senja. Aku t'lah buta! Paru-paruku mencari oksigen! Apa yang terjadi, Tuhan? Seakan semuanya sempit, seakan semuanya kosong. Keinginanku hanyalah satu saat ini. Aku ingin ada kerlip bintang menutup hariku yang abstrak.
writer
dhifa.mz
writer
dhifa.mz
Diantara Bintang-bintang
Apa yang terlintas di benakku kini hanyalah sebuah bintang. Bintang nan terang senja pagi tadi.
Memancarkan sinarnya yang indah diantara berjuta ribu bintang di atas sana. Pun ada kamu di benakku saat itu. Sangat jauh namun tetap nampak dengan sinarnya. Sulit menafsirkan semua. Ada rindu yang dalam. Setelah sekian lama kita tidak bersua. Sepertinya bintang-bintang akan terus menemani malamku tanpa hadirnya kamu. Hingga aku melihat dan bertemu denganmu nanti..
Memancarkan sinarnya yang indah diantara berjuta ribu bintang di atas sana. Pun ada kamu di benakku saat itu. Sangat jauh namun tetap nampak dengan sinarnya. Sulit menafsirkan semua. Ada rindu yang dalam. Setelah sekian lama kita tidak bersua. Sepertinya bintang-bintang akan terus menemani malamku tanpa hadirnya kamu. Hingga aku melihat dan bertemu denganmu nanti..
Minggu, 03 Maret 2013
Tak Berjudul
Detik ini angin rindu menyapaku
mengingat kembali duka yang lampau
Perih kini hembusannya
Namun aku harus terima itu
Tak terpungkiri aku merindumu
Entahlah aku bingung?
Hati dan pikiran ini nampaknya tak kan
pernah lelah, meski telah terluka
Aku ingin pergi dari dunia fana ini
Aku ingin sendirian saja rasanya
Sikap acuhmu merobek hebat hatiku
namun nampaknya kau biasa saja
Aku harus terbiasa tanpamu
tanpa perasaan ini
tanpa rindu ini
walau sampai kapanpun, aku akan di sini
menantimu...
mengingat kembali duka yang lampau
Perih kini hembusannya
Namun aku harus terima itu
Tak terpungkiri aku merindumu
Entahlah aku bingung?
Hati dan pikiran ini nampaknya tak kan
pernah lelah, meski telah terluka
Aku ingin pergi dari dunia fana ini
Aku ingin sendirian saja rasanya
Sikap acuhmu merobek hebat hatiku
namun nampaknya kau biasa saja
Aku harus terbiasa tanpamu
tanpa perasaan ini
tanpa rindu ini
walau sampai kapanpun, aku akan di sini
menantimu...
Masih Aku yang Lalu
Cinta..
Ku tulis sajak ketika aku merasa sang rindu berbisik pelan di telingaku.
Di bawah cahaya lilin, menjadikan suasana kian pekik.
Entahlah, gundah Cinta. Tanpamu!
Tidakkah kau merasakan angin kerinduanku?
Apakah kau tau Cinta? Sejak hari itu, hari di mana kau tak peduli lagi.
Aku semakin memikirkanmu.. Sakit!! Dengarlah!
Coba dengar jeritan dan rong-rongan hati kecilku.
Setidaknya kau dapat menafsirkan arti tetes air mata yang selalu untukmu.
Mungkin aku memang telah tergila-gila padamu.
Namun, aku begini juga karnamu. Karna sikap yang terus-menerus tak peduli padaku.
Semoga kau lekas paham arti aku di sini yang akan selalu menunggumu.
Ku tulis sajak ketika aku merasa sang rindu berbisik pelan di telingaku.
Di bawah cahaya lilin, menjadikan suasana kian pekik.
Entahlah, gundah Cinta. Tanpamu!
Tidakkah kau merasakan angin kerinduanku?
Apakah kau tau Cinta? Sejak hari itu, hari di mana kau tak peduli lagi.
Aku semakin memikirkanmu.. Sakit!! Dengarlah!
Coba dengar jeritan dan rong-rongan hati kecilku.
Setidaknya kau dapat menafsirkan arti tetes air mata yang selalu untukmu.
Mungkin aku memang telah tergila-gila padamu.
Namun, aku begini juga karnamu. Karna sikap yang terus-menerus tak peduli padaku.
Semoga kau lekas paham arti aku di sini yang akan selalu menunggumu.

