Kelam bercampur dengan gundah. Air hujan menjadikan semua basah. Senjaku kini berlumuruan lumpur! Kotor! Kacau! Berantakan! Semua menjadi satu. Tak kulihat segurat senyum pelangi di langit. Hanya segumpal awan abu menghiasi senja. Aku t'lah buta! Paru-paruku mencari oksigen! Apa yang terjadi, Tuhan? Seakan semuanya sempit, seakan semuanya kosong. Keinginanku hanyalah satu saat ini. Aku ingin ada kerlip bintang menutup hariku yang abstrak.
writer
dhifa.mz


0 komentar:
Posting Komentar