BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 25 Juli 2013

Jejak Hati

Seperti namanya, kisah ini jauh berbeda dengan yang dulu. Rasa, sikap, dan semuanya berubah. Kami semakin menyayangi satu sama lain. Namun, dewasa ini sudah mengantarkan kami pada tahap mencintai secara wajar. Ya. Ini memanglah berbeda. Sangat berbeda. Cara-cara kami mengungkap cinta jauh mengarah pada pembuktian :) Dan. Dalam berhubunganpun kami dituntut untuk tetap sabar dalam keadaan apapun. Pengharapan kami berdua adalah Allah. Dengan Allah mempertemukan kami dan membuat rasa ini ada diantara kami, aku yakin inilah yang terbaik dari-Nya. Meski aku belum tau siapa yang akan menjadi pendampingku kelak. Tapi apa salahnya berharap dan tetap memanjat doa pada-Nya? :) Toh, sekalipun jarak kami berjauhan dan gusti Allah sudah mempunyai garis takdir untuk kami berdua, dalam kondisi apapun kami pasti kembali :) Semoga selalu seperti ini :) Terima kasih Allah. Terima kasih Alan. :)

Kamis, 04 Juli 2013

Terima Kasih Untukmu. Terima Kasih untuk Cinta Kita

Rasanya baru kemarin aku merasakan kehilangan arah dan sakit! Dan rasanya baru kemarin juga aku merasakan bahagia. Lantas, kenapa dengan sekarang? Ada kamu. Aku pulang pada hati yang lama. Setiamu tak bisa dibandingkan dengan apapun dan siapapun. Maafkan aku yang sudah tega seperti ini padamu, pada cinta kita. Namun, hati memanglah tak bisa berdusta. Ini hatiku. Masih utuh menyayangi dan mencintaimu. Terima kasih kau sudah hadir kembali. Terima kasih untukmu, terima kasih untuk cinta kita. Aku berjanji akan menjaga cinta sucimu.

Rabu, 03 Juli 2013

Taman

                                          Picture by : Owner
Aku masih ingat senja itu. Kamu dan aku berjalan menuju taman dekat komplek rumah. Kamu tersenyum manis padaku. Dan, kita mengobrol sepanjang perjalanan. Singkat, kaki kita berdua sudah menginjak rumput taman yang tidak terlalu lebar namun memiliki suasana yang berbeda. Kamu mengajakku berkeliling. Kamu bercerita banyak tentang kehidupanmu. Sampai di sebuah bangku taman yang hanya cukup untuk dua orang, kamu memegang lembut tanganku. Kita duduk berdampingan layaknya sepasang pengantin yang tengah berbahagia. Ya. Ternyata senja itu, senja di mana kamu menyatakan perasaanmu. Kamu matur sama aku kalau kamu akan menjagaku dikala apapun. Aku berfikir sejenak. Aku tak mampu berkata apapun selain menganggukkan kepala dan tersenyum malu. Senja itu kita habiskan bersama sambil duduk berdua dan berpegangan tangan. Esoknya, di bangku tempat aku duduk ada sebuah amplop merah jambu dan setangkai mawar merah. Lantas, aku buka amplop itu.

Dear Little Angel,

 Aku tunggu kamu di koridor pulang sekolah nanti. Bawa bunga itu ya.

Someone

Aku dapet note? Tapi dari siapa? Itukah kamu? Tanyaku. Disela-sela KBM sekolah aku terus memikirkan note itu. Kriiiing... Bel sekolah berdering. Saatnya kakiku meninggalkan ruang kelasku dan bergegas menuju koridor sekolah. Tempatnya tak cukup jauh dari kelasku dibangun. Sesampainya di sana tak ada seorangpun yang hadir. Sepi. Sunyi. Aku jadi takut. Tiba-tiba dari belakang, ada seseorang memelukku. Aku terkejut. Ternyata, orang itu adalah kamu. Kala itu, kamupun bilang, aku sayang kamu. Please, jangan tinggalin aku. Nyeeeess.. Hatiku luluh. Aku merasakan itu adalah ucapan tulus darimu. Aku mengiyakan permintaanmu. Suasana hening sejetika dan kamu mencium keningku, lalu mengantarku pulang. Di tengah jalan, aku diajak olehmu untuk membeli dua mangkok es doger. Kita berhenti diantara beberapa ekor burung merpati. 


                                           Picture by : owner
Kamu mengeluarkan sekantong penuh jagung untuk diberikan kepada merpati-merpati itu. Kamu begitu bahagia memberi makanan pada mereka. Dan, tulus. Kalimatmu yang masih ku ingat jelas.

Cintaku kepadamu layaknya merpati ini. Akan selalu menjaga dan menyayangi pasangannya.

Aku tertegun mendengar pernyataanmu itu. Entah mengapa bisa. Tapi, aku tau itu apa adanya, dari lubuk hatimu. Terima kasih cinta telah hadir dalam hidupku. Bila suatu saat kau terbang seperti burung-burung itu, aku harap kau seperti seekor merpati. Aku menyayangimu kemarin, kini, dan nanti. Tak kan ku sia-siakan cinta ini. Catatku dalam diary merah muda milikku.