BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 03 Juli 2013

Taman

                                          Picture by : Owner
Aku masih ingat senja itu. Kamu dan aku berjalan menuju taman dekat komplek rumah. Kamu tersenyum manis padaku. Dan, kita mengobrol sepanjang perjalanan. Singkat, kaki kita berdua sudah menginjak rumput taman yang tidak terlalu lebar namun memiliki suasana yang berbeda. Kamu mengajakku berkeliling. Kamu bercerita banyak tentang kehidupanmu. Sampai di sebuah bangku taman yang hanya cukup untuk dua orang, kamu memegang lembut tanganku. Kita duduk berdampingan layaknya sepasang pengantin yang tengah berbahagia. Ya. Ternyata senja itu, senja di mana kamu menyatakan perasaanmu. Kamu matur sama aku kalau kamu akan menjagaku dikala apapun. Aku berfikir sejenak. Aku tak mampu berkata apapun selain menganggukkan kepala dan tersenyum malu. Senja itu kita habiskan bersama sambil duduk berdua dan berpegangan tangan. Esoknya, di bangku tempat aku duduk ada sebuah amplop merah jambu dan setangkai mawar merah. Lantas, aku buka amplop itu.

Dear Little Angel,

 Aku tunggu kamu di koridor pulang sekolah nanti. Bawa bunga itu ya.

Someone

Aku dapet note? Tapi dari siapa? Itukah kamu? Tanyaku. Disela-sela KBM sekolah aku terus memikirkan note itu. Kriiiing... Bel sekolah berdering. Saatnya kakiku meninggalkan ruang kelasku dan bergegas menuju koridor sekolah. Tempatnya tak cukup jauh dari kelasku dibangun. Sesampainya di sana tak ada seorangpun yang hadir. Sepi. Sunyi. Aku jadi takut. Tiba-tiba dari belakang, ada seseorang memelukku. Aku terkejut. Ternyata, orang itu adalah kamu. Kala itu, kamupun bilang, aku sayang kamu. Please, jangan tinggalin aku. Nyeeeess.. Hatiku luluh. Aku merasakan itu adalah ucapan tulus darimu. Aku mengiyakan permintaanmu. Suasana hening sejetika dan kamu mencium keningku, lalu mengantarku pulang. Di tengah jalan, aku diajak olehmu untuk membeli dua mangkok es doger. Kita berhenti diantara beberapa ekor burung merpati. 


                                           Picture by : owner
Kamu mengeluarkan sekantong penuh jagung untuk diberikan kepada merpati-merpati itu. Kamu begitu bahagia memberi makanan pada mereka. Dan, tulus. Kalimatmu yang masih ku ingat jelas.

Cintaku kepadamu layaknya merpati ini. Akan selalu menjaga dan menyayangi pasangannya.

Aku tertegun mendengar pernyataanmu itu. Entah mengapa bisa. Tapi, aku tau itu apa adanya, dari lubuk hatimu. Terima kasih cinta telah hadir dalam hidupku. Bila suatu saat kau terbang seperti burung-burung itu, aku harap kau seperti seekor merpati. Aku menyayangimu kemarin, kini, dan nanti. Tak kan ku sia-siakan cinta ini. Catatku dalam diary merah muda milikku.

0 komentar:

Posting Komentar