Aku tak ingin menyebut ini "akhir" Juli. Aku ingin terus di bulan Juli. Kamu kembali dengan kenangan kita. Tapi, aku juga merasakan sakit. Entahlah, mungkin karna rindu yang lama terpendam. Tidak sepertimu, kau ceritakan keluh kesahmu pada sahabat. Dan, seharusnya malam ini kau temani aku. Sayang. Ini hanya angan biasa. Bila aku tau ini adalah akhir Juli, aku sama sekali tak akan mengabarimu. Biarkan saja rindu ini semakin liar. Aku menangis. Air mataku jatuh, Sayang. Kau tidak tahu itu bukan? Ada perbedaan. Cinta kita. Tak seperti dulu. Cintamu. Aku bahagia. Namun. Berbeda. Aneh, Sayang. Meskipun aku tak punya perasaan atau insting sekuat dirimu, tapi ini hatiku. Ini perasaanku. Ia berkata, bahwa, hampir seluruhnya berubah. Aku memang harus bisa lebih terima ini semua. Demi mengimbangimu. Entahlah sampai kapan aku akan bertahan. Yang pasti, aku sangat menyayangimu. Aku hanya inginkan kamu menjadi dirimu sendiri. Bukan orang lain :')
Semoga, di bulan yang akan datang, kamu lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan. Terima kasih telah hadir kembali. Sekali lagi. Uhibukafillah :')
Selasa, 13 Agustus 2013
Kamis, 25 Juli 2013
Jejak Hati
Seperti namanya, kisah ini jauh berbeda dengan yang dulu. Rasa, sikap, dan semuanya berubah. Kami semakin menyayangi satu sama lain. Namun, dewasa ini sudah mengantarkan kami pada tahap mencintai secara wajar. Ya. Ini memanglah berbeda. Sangat berbeda. Cara-cara kami mengungkap cinta jauh mengarah pada pembuktian :) Dan. Dalam berhubunganpun kami dituntut untuk tetap sabar dalam keadaan apapun. Pengharapan kami berdua adalah Allah. Dengan Allah mempertemukan kami dan membuat rasa ini ada diantara kami, aku yakin inilah yang terbaik dari-Nya. Meski aku belum tau siapa yang akan menjadi pendampingku kelak. Tapi apa salahnya berharap dan tetap memanjat doa pada-Nya? :) Toh, sekalipun jarak kami berjauhan dan gusti Allah sudah mempunyai garis takdir untuk kami berdua, dalam kondisi apapun kami pasti kembali :) Semoga selalu seperti ini :) Terima kasih Allah. Terima kasih Alan. :)
Kamis, 04 Juli 2013
Terima Kasih Untukmu. Terima Kasih untuk Cinta Kita
Rasanya baru kemarin aku merasakan kehilangan arah dan sakit! Dan rasanya baru kemarin juga aku merasakan bahagia. Lantas, kenapa dengan sekarang? Ada kamu. Aku pulang pada hati yang lama. Setiamu tak bisa dibandingkan dengan apapun dan siapapun. Maafkan aku yang sudah tega seperti ini padamu, pada cinta kita. Namun, hati memanglah tak bisa berdusta. Ini hatiku. Masih utuh menyayangi dan mencintaimu. Terima kasih kau sudah hadir kembali. Terima kasih untukmu, terima kasih untuk cinta kita. Aku berjanji akan menjaga cinta sucimu.
Rabu, 03 Juli 2013
Taman
Picture by : Owner
Aku masih ingat senja itu. Kamu dan aku berjalan menuju taman dekat komplek rumah. Kamu tersenyum manis padaku. Dan, kita mengobrol sepanjang perjalanan. Singkat, kaki kita berdua sudah menginjak rumput taman yang tidak terlalu lebar namun memiliki suasana yang berbeda. Kamu mengajakku berkeliling. Kamu bercerita banyak tentang kehidupanmu. Sampai di sebuah bangku taman yang hanya cukup untuk dua orang, kamu memegang lembut tanganku. Kita duduk berdampingan layaknya sepasang pengantin yang tengah berbahagia. Ya. Ternyata senja itu, senja di mana kamu menyatakan perasaanmu. Kamu matur sama aku kalau kamu akan menjagaku dikala apapun. Aku berfikir sejenak. Aku tak mampu berkata apapun selain menganggukkan kepala dan tersenyum malu. Senja itu kita habiskan bersama sambil duduk berdua dan berpegangan tangan. Esoknya, di bangku tempat aku duduk ada sebuah amplop merah jambu dan setangkai mawar merah. Lantas, aku buka amplop itu.
Dear Little Angel,
Aku tunggu kamu di koridor pulang sekolah nanti. Bawa bunga itu ya.
Someone
Aku dapet note? Tapi dari siapa? Itukah kamu? Tanyaku. Disela-sela KBM sekolah aku terus memikirkan note itu. Kriiiing... Bel sekolah berdering. Saatnya kakiku meninggalkan ruang kelasku dan bergegas menuju koridor sekolah. Tempatnya tak cukup jauh dari kelasku dibangun. Sesampainya di sana tak ada seorangpun yang hadir. Sepi. Sunyi. Aku jadi takut. Tiba-tiba dari belakang, ada seseorang memelukku. Aku terkejut. Ternyata, orang itu adalah kamu. Kala itu, kamupun bilang, aku sayang kamu. Please, jangan tinggalin aku. Nyeeeess.. Hatiku luluh. Aku merasakan itu adalah ucapan tulus darimu. Aku mengiyakan permintaanmu. Suasana hening sejetika dan kamu mencium keningku, lalu mengantarku pulang. Di tengah jalan, aku diajak olehmu untuk membeli dua mangkok es doger. Kita berhenti diantara beberapa ekor burung merpati.
Aku masih ingat senja itu. Kamu dan aku berjalan menuju taman dekat komplek rumah. Kamu tersenyum manis padaku. Dan, kita mengobrol sepanjang perjalanan. Singkat, kaki kita berdua sudah menginjak rumput taman yang tidak terlalu lebar namun memiliki suasana yang berbeda. Kamu mengajakku berkeliling. Kamu bercerita banyak tentang kehidupanmu. Sampai di sebuah bangku taman yang hanya cukup untuk dua orang, kamu memegang lembut tanganku. Kita duduk berdampingan layaknya sepasang pengantin yang tengah berbahagia. Ya. Ternyata senja itu, senja di mana kamu menyatakan perasaanmu. Kamu matur sama aku kalau kamu akan menjagaku dikala apapun. Aku berfikir sejenak. Aku tak mampu berkata apapun selain menganggukkan kepala dan tersenyum malu. Senja itu kita habiskan bersama sambil duduk berdua dan berpegangan tangan. Esoknya, di bangku tempat aku duduk ada sebuah amplop merah jambu dan setangkai mawar merah. Lantas, aku buka amplop itu.
Dear Little Angel,
Aku tunggu kamu di koridor pulang sekolah nanti. Bawa bunga itu ya.
Someone
Aku dapet note? Tapi dari siapa? Itukah kamu? Tanyaku. Disela-sela KBM sekolah aku terus memikirkan note itu. Kriiiing... Bel sekolah berdering. Saatnya kakiku meninggalkan ruang kelasku dan bergegas menuju koridor sekolah. Tempatnya tak cukup jauh dari kelasku dibangun. Sesampainya di sana tak ada seorangpun yang hadir. Sepi. Sunyi. Aku jadi takut. Tiba-tiba dari belakang, ada seseorang memelukku. Aku terkejut. Ternyata, orang itu adalah kamu. Kala itu, kamupun bilang, aku sayang kamu. Please, jangan tinggalin aku. Nyeeeess.. Hatiku luluh. Aku merasakan itu adalah ucapan tulus darimu. Aku mengiyakan permintaanmu. Suasana hening sejetika dan kamu mencium keningku, lalu mengantarku pulang. Di tengah jalan, aku diajak olehmu untuk membeli dua mangkok es doger. Kita berhenti diantara beberapa ekor burung merpati.
Picture by : owner
Kamu mengeluarkan sekantong penuh jagung untuk diberikan kepada merpati-merpati itu. Kamu begitu bahagia memberi makanan pada mereka. Dan, tulus. Kalimatmu yang masih ku ingat jelas.
Cintaku kepadamu layaknya merpati ini. Akan selalu menjaga dan menyayangi pasangannya.
Aku tertegun mendengar pernyataanmu itu. Entah mengapa bisa. Tapi, aku tau itu apa adanya, dari lubuk hatimu. Terima kasih cinta telah hadir dalam hidupku. Bila suatu saat kau terbang seperti burung-burung itu, aku harap kau seperti seekor merpati. Aku menyayangimu kemarin, kini, dan nanti. Tak kan ku sia-siakan cinta ini. Catatku dalam diary merah muda milikku.
Jumat, 14 Juni 2013
Sebuah tanya
Sudah berbulan-bulan lamanya kamu membiarkan blogmu seperti blog usang tanpa admin. Ke mana sajak-sajak yang selalu kamu tuangkan di dalamnya? Apakah itu semua tenggelam seiring kamu yang juga tenggelam selepas berlayar senja kemarin? Padahal beberapa bulan yang lalu aku membenarkan kata sandimu dan kamu memintaku untuk mengubahnya menggunakan namaku. Aku mengiyakan saranmu. Setelah aku tanya mengapa kamu memilih namaku untuk kamu jadikan sandi. Alasanmu simpel. Tapi membuatku bertanya-tanya. Kamu bilang, agar kamu tidak akan lupa lagi dengan kata sandimu, dan apa itu juga beralasan agar kamu tidak akan melupakanku? Kamu seperti mimpi saja. Baru saja ku temukan bahagia saat bersamamu. Dan hilang seketika. Namun masih ku ingat jelas. Apa arti semua ini? Ada orang bilang, jangan pernah abaikan mimpi! Mungkinkah itu berarti jangan pernah abaikanmu? Cukup. Ini tidak akan pernah ku temui jawabannya.
Rabu, 29 Mei 2013
berbeda
Sinar mentari ini seperti kehangatan yang lalu-lalu..
Namun ada yang tak sama!
Ternyata, pagiku ditemani bayang seorang kamu..
Kemanapun aku berjalan, kamu selalu mengikuti..
Kadang, di kubangan lumpur yang ada di sekelilingku,
ada kamu yang tersenyum ke arah mataku menatap..
Namun ada yang tak sama!
Ternyata, pagiku ditemani bayang seorang kamu..
Kemanapun aku berjalan, kamu selalu mengikuti..
Kadang, di kubangan lumpur yang ada di sekelilingku,
ada kamu yang tersenyum ke arah mataku menatap..
Selasa, 07 Mei 2013
Jurang
Tarik aku
dari jurang kegelapan ini
Sepertinya
aku sudah tak mampu menghirup oksigen
Masih adakah
sinar dalam lautan dasar?
Mengapa
begitu ceroboh, Tuhan?
Cacing-cacing
tanah menertawakanku
Batuan
dalam jurang ini semakin sinis saja
Tanah
yang akan melumatku
Semakin
menjadi-jadi
Aku ingin keluar dari jurang kegelapan ini
Aku takut, Tuhan..
Tolonglah aku dengan mengirimkan seorang malaikat..
Agar aku tak kan merasakan kembali
Kesepian yang terus menghantui
Aku ingin keluar dari jurang kegelapan ini
Aku takut, Tuhan..
Tolonglah aku dengan mengirimkan seorang malaikat..
Agar aku tak kan merasakan kembali
Kesepian yang terus menghantui
Minggu, 05 Mei 2013
Sekarang
"Cinta keceblok selang infus". Mungkin itu judul yang pas buat dia -Bachtiar dan gue. Yang awalnya cuman-tanya-ngalor-ngidul-gakjelas-tapi setelah "that accident" kita baru sadar, kalau semesta naburin beinh-yang-orang-sebut-itu-cinta. Ok. Stop! Konyolnya gue harus sayang banget sama dia. Tapi, gue sadar, gue harus tunggu waktu yang pas buat-ngejalin-hubungan-yang-tingkatannya-lebih-dari-pacaran. Aaaaah.. jijay gue denger nama pacaran. Kali ini gue gak muluk-muluk kek dulu. Well, gue juga-udah-ada-ditahapan-mature. So, This is not just playing a game! Gue biarin semuanya berjalan apa-adanya, iya, kek air yang ngalir :)
Jumat, 03 Mei 2013
Senja Kemarin
Hujan? Bawa dalam-dalam diriku. Telan dan lumat aku. Aku tak ingin berada di sini. Bilamana pelangi akan singgah? Teruslah kau membasahi dedaunan. Hingga tak kulihat bayangan seorang dia. Kirimkan pecutan sang guntur. Biar malam gelap temani sepiku. Dan waktu yang kan menghilangkan semuanya.
Rabu, 10 April 2013
Ini Untukmu
Untuk cinta yang selalu ku rindukan..
Terima kasih atas semuanya..
Mungkin bagimu ini terlalu singkat..
Namun, rasa dalam hati ini telah lama ada..
Aku di sini menyayangimu sepenuh hatiku..
Aku di sini selalu ada untukmu semampu aku bisa..
Aku di sini menunggu kehadiran jiwamu..
Sebenarnya aku masih takut akan trauma di masa lalu..
Tapi, demi kamu aku akan coba..
Aku cuman ingin ada orang yang mampu menuntunku ke Ridho-Nya..
Kini aku mulai memercayaimu seutuhnya..
Tolong jangan pernah kau sia-siakan kepercayaanku terhadapmu..
Aku mohon..
Terima kasih atas semuanya..
Mungkin bagimu ini terlalu singkat..
Namun, rasa dalam hati ini telah lama ada..
Aku di sini menyayangimu sepenuh hatiku..
Aku di sini selalu ada untukmu semampu aku bisa..
Aku di sini menunggu kehadiran jiwamu..
Sebenarnya aku masih takut akan trauma di masa lalu..
Tapi, demi kamu aku akan coba..
Aku cuman ingin ada orang yang mampu menuntunku ke Ridho-Nya..
Kini aku mulai memercayaimu seutuhnya..
Tolong jangan pernah kau sia-siakan kepercayaanku terhadapmu..
Aku mohon..
Selasa, 02 April 2013
Selamat Datang April! :)
Selamat datang April! Semoga kau menjadi bulan terindah untuk hari-hariku :)
Aku punya banyak harapan padamu.
Aku punya banyak harapan padamu.
Mentari
Di atas bentangan birunya langit
Seluas samudra yang tak pernah berujung
Aku melihat sesosok kau di dalamnya
Yang kala itu sedang bahagia dengan si merah jambu
Namun sayang, kau tak lama merasakan kebahagiaan itu
Kau terjatuh dan membuatmu benar-benar terluka
Bagai kelopak mawar merah yang gugur dengan bergantian
Sejak saat itu aku tak melihat senyum di bibirmu lagi
Aku tau itu sangat sakit dan perih
Jujur, akupun merasakannya...
Demi waktu yang terus berputar
Aku dapat melihat senyummu kembali
Jangan kau bersedih wahai mentari
Tetaplah tersenyum selalu
seperti kau tersenyum padaku kala itu
Karna ada damai yang bersemeyam di hati ini
Probolinggo, Indonesia
Seluas samudra yang tak pernah berujung
Aku melihat sesosok kau di dalamnya
Yang kala itu sedang bahagia dengan si merah jambu
Namun sayang, kau tak lama merasakan kebahagiaan itu
Kau terjatuh dan membuatmu benar-benar terluka
Bagai kelopak mawar merah yang gugur dengan bergantian
Sejak saat itu aku tak melihat senyum di bibirmu lagi
Aku tau itu sangat sakit dan perih
Jujur, akupun merasakannya...
Demi waktu yang terus berputar
Aku dapat melihat senyummu kembali
Jangan kau bersedih wahai mentari
Tetaplah tersenyum selalu
seperti kau tersenyum padaku kala itu
Karna ada damai yang bersemeyam di hati ini
Probolinggo, Indonesia
Jumat, 29 Maret 2013
Jasad
Hatiku memang sudah terkubur hidup-hidup, dan mati
Melewati hari yang terus menertawaiku tanpa ada yang mengasihi
Aku percaya, pada keajaiban sebuah waktu
Bahwa, akan ada yang menggali tanah di mana hati ini terkubur
Untuk diambil, kemudian dirawat hingga pulih kembali
Kala hujan membasahi tanah di padang tandus
Aku sedang menatap pada seberkas sinar melalui sebuah lubang
Mungkinkah itu sosok yang akan menggali jasad hatiku?
Probolinggo, Indonesia
Melewati hari yang terus menertawaiku tanpa ada yang mengasihi
Aku percaya, pada keajaiban sebuah waktu
Bahwa, akan ada yang menggali tanah di mana hati ini terkubur
Untuk diambil, kemudian dirawat hingga pulih kembali
Kala hujan membasahi tanah di padang tandus
Aku sedang menatap pada seberkas sinar melalui sebuah lubang
Mungkinkah itu sosok yang akan menggali jasad hatiku?
Probolinggo, Indonesia
Kamis, 28 Maret 2013
Daun dan Bulu
Daun di ranting itu tak selamanya hijau
Ia juga bisa menguning
dan juga harus gugur pada akhirnya
Bulu yang melekat di tubuhpun juga memiliki masa
Masa dimana ia harus gugur dan menghilang
mungkin saat ini aku seperti daun dan bulu
yang pada akhirnya akan menghilang juga
pada diri ini masih melekat dengan cinta yang dulu
harus menunggu berapa musim lagi aku begini?
kenapa luka di hati masih basah?
aku sudah jatuh, sama seperti daun dan bulu
tapi, kapan aku akan menghilang?
Probolinggo, Indonesia
Ia juga bisa menguning
dan juga harus gugur pada akhirnya
Bulu yang melekat di tubuhpun juga memiliki masa
Masa dimana ia harus gugur dan menghilang
mungkin saat ini aku seperti daun dan bulu
yang pada akhirnya akan menghilang juga
pada diri ini masih melekat dengan cinta yang dulu
harus menunggu berapa musim lagi aku begini?
kenapa luka di hati masih basah?
aku sudah jatuh, sama seperti daun dan bulu
tapi, kapan aku akan menghilang?
Probolinggo, Indonesia
Selasa, 26 Maret 2013
Hei! Ini Gak Bohong! Aku Sayang Kamu! :)
Meski kau sudah menghilang namun bayangmu tetap bersamaku.
Ya aku tau kalau kau sudah tidak memikirkanku lagi. (mungkin saja)
Aku pernah bercerita kepada sahabat.
Sampai detik ini aku tidak bisa mencintai seseorang.
Awalnya aku tak punya jawaban akan hal itu.
Namun, setelah aku tanya kembali pada hati kecilku.
Kau tau apa?
Aku masih menyayangimu
Perasaan ini tak bisa aku acuhkan.
Sudah aku coba berulang kali.
Hasilnya sama saja.
Ia tak kunjung menyingkir.
Aku memang belum percaya dengan keajaiban sebuah hati.
Kalau kau juga punya perasaan yang sama.
Namun yang pasti, hati ini terlalu kuat untuk bilang kau juga sepertiku.
Kau memang acuh, acuhmu untuk kebaikan kita.
Aku mulai mengerti sekarang.
Aku tak berharap apa-apa darimu.
Karena aku tau, jika hasilnya nol, itu akan sangat menyakitkan.
Aku hanya bisa memanjatkan semuanya pada Illahi.
Biarkan aku menyayangimu di sini, di kesunyian ini.
Probolinggo, Indonesia
Ya aku tau kalau kau sudah tidak memikirkanku lagi. (mungkin saja)
Aku pernah bercerita kepada sahabat.
Sampai detik ini aku tidak bisa mencintai seseorang.
Awalnya aku tak punya jawaban akan hal itu.
Namun, setelah aku tanya kembali pada hati kecilku.
Kau tau apa?
Aku masih menyayangimu
Perasaan ini tak bisa aku acuhkan.
Sudah aku coba berulang kali.
Hasilnya sama saja.
Ia tak kunjung menyingkir.
Aku memang belum percaya dengan keajaiban sebuah hati.
Kalau kau juga punya perasaan yang sama.
Namun yang pasti, hati ini terlalu kuat untuk bilang kau juga sepertiku.
Kau memang acuh, acuhmu untuk kebaikan kita.
Aku mulai mengerti sekarang.
Aku tak berharap apa-apa darimu.
Karena aku tau, jika hasilnya nol, itu akan sangat menyakitkan.
Aku hanya bisa memanjatkan semuanya pada Illahi.
Biarkan aku menyayangimu di sini, di kesunyian ini.
Probolinggo, Indonesia
Kamis, 07 Maret 2013
Sebuah Kebimbangan
Andai hati dapat berbicara,
mungkin tak kan pernah ada lagi keresahan
Andai air mata dapat bersaksi,
mungkin tak akan ada lagi kerobekan hati
Mungkin, mungkin, dan hanya mungkin
Apakah ada harapan untuk sang putri?
Haruskah sampai menunggu mega menghitam?
dan menumpahkan airnya?
Jatuh menuju lintasan air
mengalir dengan keruhnya
bak Columbus yang mencari pulau India
Namun salah karna perasaannya...
mungkin tak kan pernah ada lagi keresahan
Andai air mata dapat bersaksi,
mungkin tak akan ada lagi kerobekan hati
Mungkin, mungkin, dan hanya mungkin
Apakah ada harapan untuk sang putri?
Haruskah sampai menunggu mega menghitam?
dan menumpahkan airnya?
Jatuh menuju lintasan air
mengalir dengan keruhnya
bak Columbus yang mencari pulau India
Namun salah karna perasaannya...
Kosong
Kelam bercampur dengan gundah. Air hujan menjadikan semua basah. Senjaku kini berlumuruan lumpur! Kotor! Kacau! Berantakan! Semua menjadi satu. Tak kulihat segurat senyum pelangi di langit. Hanya segumpal awan abu menghiasi senja. Aku t'lah buta! Paru-paruku mencari oksigen! Apa yang terjadi, Tuhan? Seakan semuanya sempit, seakan semuanya kosong. Keinginanku hanyalah satu saat ini. Aku ingin ada kerlip bintang menutup hariku yang abstrak.
writer
dhifa.mz
writer
dhifa.mz
Diantara Bintang-bintang
Apa yang terlintas di benakku kini hanyalah sebuah bintang. Bintang nan terang senja pagi tadi.
Memancarkan sinarnya yang indah diantara berjuta ribu bintang di atas sana. Pun ada kamu di benakku saat itu. Sangat jauh namun tetap nampak dengan sinarnya. Sulit menafsirkan semua. Ada rindu yang dalam. Setelah sekian lama kita tidak bersua. Sepertinya bintang-bintang akan terus menemani malamku tanpa hadirnya kamu. Hingga aku melihat dan bertemu denganmu nanti..
Memancarkan sinarnya yang indah diantara berjuta ribu bintang di atas sana. Pun ada kamu di benakku saat itu. Sangat jauh namun tetap nampak dengan sinarnya. Sulit menafsirkan semua. Ada rindu yang dalam. Setelah sekian lama kita tidak bersua. Sepertinya bintang-bintang akan terus menemani malamku tanpa hadirnya kamu. Hingga aku melihat dan bertemu denganmu nanti..
Minggu, 03 Maret 2013
Tak Berjudul
Detik ini angin rindu menyapaku
mengingat kembali duka yang lampau
Perih kini hembusannya
Namun aku harus terima itu
Tak terpungkiri aku merindumu
Entahlah aku bingung?
Hati dan pikiran ini nampaknya tak kan
pernah lelah, meski telah terluka
Aku ingin pergi dari dunia fana ini
Aku ingin sendirian saja rasanya
Sikap acuhmu merobek hebat hatiku
namun nampaknya kau biasa saja
Aku harus terbiasa tanpamu
tanpa perasaan ini
tanpa rindu ini
walau sampai kapanpun, aku akan di sini
menantimu...
mengingat kembali duka yang lampau
Perih kini hembusannya
Namun aku harus terima itu
Tak terpungkiri aku merindumu
Entahlah aku bingung?
Hati dan pikiran ini nampaknya tak kan
pernah lelah, meski telah terluka
Aku ingin pergi dari dunia fana ini
Aku ingin sendirian saja rasanya
Sikap acuhmu merobek hebat hatiku
namun nampaknya kau biasa saja
Aku harus terbiasa tanpamu
tanpa perasaan ini
tanpa rindu ini
walau sampai kapanpun, aku akan di sini
menantimu...
Masih Aku yang Lalu
Cinta..
Ku tulis sajak ketika aku merasa sang rindu berbisik pelan di telingaku.
Di bawah cahaya lilin, menjadikan suasana kian pekik.
Entahlah, gundah Cinta. Tanpamu!
Tidakkah kau merasakan angin kerinduanku?
Apakah kau tau Cinta? Sejak hari itu, hari di mana kau tak peduli lagi.
Aku semakin memikirkanmu.. Sakit!! Dengarlah!
Coba dengar jeritan dan rong-rongan hati kecilku.
Setidaknya kau dapat menafsirkan arti tetes air mata yang selalu untukmu.
Mungkin aku memang telah tergila-gila padamu.
Namun, aku begini juga karnamu. Karna sikap yang terus-menerus tak peduli padaku.
Semoga kau lekas paham arti aku di sini yang akan selalu menunggumu.
Ku tulis sajak ketika aku merasa sang rindu berbisik pelan di telingaku.
Di bawah cahaya lilin, menjadikan suasana kian pekik.
Entahlah, gundah Cinta. Tanpamu!
Tidakkah kau merasakan angin kerinduanku?
Apakah kau tau Cinta? Sejak hari itu, hari di mana kau tak peduli lagi.
Aku semakin memikirkanmu.. Sakit!! Dengarlah!
Coba dengar jeritan dan rong-rongan hati kecilku.
Setidaknya kau dapat menafsirkan arti tetes air mata yang selalu untukmu.
Mungkin aku memang telah tergila-gila padamu.
Namun, aku begini juga karnamu. Karna sikap yang terus-menerus tak peduli padaku.
Semoga kau lekas paham arti aku di sini yang akan selalu menunggumu.

